Rabu, 27 Januari 2010

Hidup adalah sebuah anugrah,
Maka syukuri dan Nikmatilah...
Karena Kehidupan adalah sebuah umpan balik

Setiap manusia adalah sang pemenang semu di atas dunia Semu tanpa kekekalan ini, karena sang-pencipta telah memberinya reward kehidupan sebagai augerah yang luar biasa indahnya. Hidup dan apa yang mereka miliki dalam kehidupannya di dunia ini adalah hadiah atas setiap kemenangannya. Setiap manusia dalam peninjauannya secara global bahwa tak satupun manusia senang dengan sebuah pengekangan dan pemenjaraan. Maka dari itu sang-Pencipta senantiasa memberi kebebasan kepada setiap manusia untuk membentuk dan menciptakan dunianya masing-masing, tentunya dengan rambu-rambu dan pedoman yang telah Tuhan sebagai sang-Pencipta sediakan yaitu petunjuk bagi manusia untuk menuju kemenangan sejati.
Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah seberapa luas dunia yang telah anda ciptakan? Banyak orang yang hanya memiliki dunia seluas meja tulisnya. Atau sepetak ruang kerjanya. Atau mungkin sebesar gedung kantornya saja. Tebarkan pandangan anda dan carilah ujung cakrawala. Nikmatilah cahaya matahari sore yang menemani perjalanan ada pulang ke rumah. Sebenarnya dunia anda jauh lebih luas dari yang anda sangka. Ruang yang tersedia bukan hanya antara rumah dan ruang kerja anda. Anda dianugerahi lautan, pegunungan, hutan, mata air dan berbagai keindahan alam lainnya, selain itu anda harus menyadari bahwa keluarga, istri, suami dan anak-anak anda adalah anugrah terindah yang tiada tandingannya dari apapun. Sadarilah bahwa semua ini tak kalah berharganya. Karena itu jangan sia-siakan waktu anda untuk tidak melebur dengan keindahan yang tiada tara dan sesungguhnya sangat berharga dalam hidup anda. Jangan ragu untuk meninggalkan pekerjaan anda. Kecuali anda mau menyesal karena disaat kesehatan anda telah menurun dan pandangan anda telah lamur, anda baru tersadar akan berharganya orang-orang yang berada di sekeliling anda, dan indahnya alam ini.
Izinkan saya untuk menceritakan kisah seorang pria yang selama ini terlena dengan kesibukan di atas lantai kerjanya.
Seorang pria turun dari mobil mewahnya di depan sebuah toko bunga dan hendak memesan dan mengirimkan bunga buat ibunya yang tinggal jauh dari tempat kerjanya. Namun di sebuah trotoar jalan, pria itu melihat seorang anal kecil seorang pengamen jalan yang menangis tersedu-sedu. Pria itu menghampiri dan menanyakan mengapa ia menangis. Pengamen jalanan itu menjawab “saya ingin membelikan setangkai mawar buat ibu, tapi uang saya tidak cukup membeli mawar itu.” pria itu tersenyum lalu mengajak pengamen kecil itu untuk bersama dirinya berjalan ke toko bunga itu dan membeli setangkai mawar yang diinginkan anak itu, sambil memesan karangan bunga untuk ibunya yang berada jauh di luar kota dari tempat ia bekerja.
Setelah bergegas untuk balik, pria itu menawarkan diri untuk mengantar pengamen kecil itu pulang. si pengamen cilik itu dengan begitu gembiranya menyambut tawaran itu. keduanya pulang ke sebuah tempat yang ditunjuk oleh anak kecil tadi. Ternyata tempat yang mereka tuju adalah sebuah pemakaman umum. Dengan semangat, pengamen cilik itu berlari ke sebuah makam dan meletakkan setangkai mawar merah yang nyaris tak didapatkannya untuk seorang ibu yang sudah lama meninggalkannya dan pada hari itu berulang tahun. Melihat hal itu, pria itupun tercengang dan kemudian teringat sesuatu lalu bergegas menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan pengiriman pesanan karangan bunganya dan mengambil pesanan bunganya karena saat itu ia telah memutuskan untuk mengantarkan sendiri karangan bunga ke hadapan ibunya yang berada sangat jauh dari tempat kerjanya saat ini. pria itu tersadar bahwa selama ini dirinya terlalu sibuk berkutat di atas lantai kantor dan meja kerjanya saja. Ia lupa kalau selama ini ia masih memiliki seorang yang sangat berharga dalam hidupnya. Ia masih mempunyai seorang ibu yang sangat menyanyaginya dan tanpa pamrih mendoakannya dari jauh. Sedang apa yang sudah dilakukan pria itu selama ini? ia selalu tidak punya waktu untuk hal-hal lain di luar pekerjaannya.
Yang harus anda sadari adalah bahwa pekerjaan anda bisa menunggu, namun umur anda takkan kembali. Waktu adalah anak panah yang melesat kencang. Anda tak akan mungkin mampu menahannya atau melambatkannya. Selama waktu masih tersisa, tak perlu ragu untuk menikmati kehadiran anda di bumi ini. ketika anda menyadari betapa berharganya itu semua, andapun menyadari betapa berharganya anda yang begitu kecil di alam semesta yang maha luas ini. kehadiran anda bagian dari alam ini dan bagian terpenting dari hidup orang-orang yang menyayangi anda, dan mungkin beberapa waktu yang lalu terlupakan oleh anda. Sekarang, mulailah untuk menata semua yang perlu ditata oleh anda terhadap orang-orang dan segala hal yang merupakan anugerah terindah dalam hidup anda. Hiduplah dengan penuh keseimbangan.
Sebuah cerita lagi buat anda yang akan terus belajar mencari sebuah defenisi tentang kehidupan anda saat ini.
Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung dengan ayahnya. Entah mengapa tiba-tiba si bocah tersebut tersandung akar pohon dan jatuh. “aduhhh!” jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah tersebut amat terkejut ketika ia mendengar suara dari kejauhan menirukan teriakannya persis sama, “Aduhhh!”
Dasar anak-anak, ia teriak lagi, “hei... siapa kau?” jawaban yang terdengar “hei... siapa kau?” lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru “pengecut kamu..!!!” lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada ayahnya “apa yang terjadi?”
Dengan penuh kearifan ayahnya tersenyum. “anakku coba perhatikan.” Lelaki itu berkata keras. “Saya kagum padamu” suara di kejauhan menjawab “saya kagum padamu” sekali lagi sang ayah berteriak “kamu sang juara!” suara itu menjawab “kamu sang juara!”. Sang bocah sangat keheranan, meski demikan ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan “suara itu adalah GEMA. Tapi sesungguhnya itulah KEHIDUPAN.
Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. bila kamu ingin mendapatkan cinta lebih banyak di dunia ini, maka kamu harus menciptakan cinta dalam hatimu. Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, maka tingkatkan kemampuan itu. hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.
Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan andapun jadi kerdil. Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, andapun melakukan hal-hal penting dan berharga.
Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia dengan indah, dan bertinda selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita. padahal dunia tak butuh penilaian apa-apa dari kita. ia hanya memantulkan apa yang ingin kita lihat. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadaip diri kita sendiri.
Maka bukan soal apa kita berprasangka postif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri kita apa adanya. Dan duniapun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Jumat, 22 Januari 2010

Ketika Dosa Anda Sedalam Samudera

Ketika suatu hari di sebuah situs, saya membaca karya yang ditulis oleh Nadirsyah Hosen. Saya merasa terpanggil untuk menyuarakan ini kepada teman-teman sekalian.
Karya tersebut menyangkut kebesaran Allah terhadap dosa-dosa yang selama ini kita lakukan dalam keadaan sadar ataupun tidak. Berawal dari semuanya Allah menciptakan kita sebagai manusia yang tak luput dari kekurangan, dosa dan kesalahan. Namun bukan berarti kan kita adalah makhluk penampung kekurangan, dosa dan kesalahan?
Pernahkah kita menghitung dosa kita selama ini? dosa yang kita lakukan dalam satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun bahkan sepanjang usia kita?
Andaikan saja kita bersedia menyediakan satu kotak kosong, lalu kita masukkan semua dosa-dosa yang kita lakukan, kira-kira apa yang terjadi? Saya sangat setuju dari apa yang diutarakan Nadirsyah Hosen dan Saya juga menduga kuat bahwa kotak tersebut sudah tak berbentuk kotak lagi, karena tak mampu menaham muatan dosa kita.
Bukankah shalat kita masih "bolong-bolong"? Bukankah pernah kita tahan hak orang miskin yang ada di harta kita? Bukankah pernah kita kobarkan rasa dengki dan permusuhan kepada sesama muslim? Bukankah kita pernah melepitkan selembar amplop agar urusan kita lancar? Bukankah pernah kita terima uang tak jelas statusnya sehingga pendapatan kita berlipat ganda? Bukankah kita tak mau menolong saudara kita yg dalam kesulitan walaupun kita sanggup menolongnya? Dan masih banyak lagi kelaakuan-kelakuan yang sebenarnya membuat kita sewaktu-waktu mengundang dosa ini mengisi kotak yang kita sediakan tadi.

Daftar ini akan menjadi sangat panjang......
Lalu, apa yang harus kita lakukan?
Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat az-Zumar [39]: 53 "Katakanlah: "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Indah benar ayat ini, Allah menyapa kita dengan panggilan yang bernada teguran, namun tidak diikuti dengan kalimat yang berbau murka. Justru Allah mengingatkan kita untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah. Allah pun menjanjikan untuk mengampuni dosa-dosa kita.
Karena itu, mulai saat ini, marilah kita kosongkanlah lagi kotak yang telah penuh tadi dengan taubat pada-Nya.Kita kembalikan kotak itu seperti keadaan semula, kita kembalikan jiwa kita ke pada jiwa yang fitri dan nazih.
Jika anda mempunyai onta yang lengkap dengan segala perabotannya, lalu tiba-tiba onta itu hilang. Bukankah anda sedih? Bagaimana kalau tiba-tiba onta itu datang kembali berjalan menuju anda lengkap dengan segala perbekalannya? Bukankah Anda akan bahagia? "Ketahuilah," kata Rasul, "Allah akan lebih senang lagi melihat hamba-Nya yang berlumuran dosa berjalan kembali menuju-Nya!"

Allah berfirman: "Dan kembalilahh kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)." (QS 39:54)
Seperti onta yang sesat jalan dan mungkin telah tenggelam di dasar samudera, mengapa kita tak berjalan kembali menuju Allah dan menangis di "kaki kebesaran-Nya" mengakui kesalahan kita dan memohon ampunNya...
Wahai Tuhan Yang Kasih Sayang-Nya lebih besar dari murka-Nya, Ampuni kami Ya Allah!
Melalui tulisan ini saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Nadirsyah Hosen karena karyanya telah menyadarkan dan merubah kebiasaan saya untuk selalu mengintropeksi diri di setiap langkah yang saya ambil, di setiap perbuatan yang saya lakukan dan di setiap keputusan yang saya ambil. Semoga tulisan ini juga mampu menginspirasi dan menyadarkan banyak orang untuk menjadikan kita makhluk yang selalu menyadari Kebesaran Allah swt.

Kamis, 21 Januari 2010



gerbang masa depan menanti

the past is source of knowledge, and the future is a source of hope
love of the past implies faith in the future
masa lampau adalah sumber pengetahuan, dan masa depan adalah sumber harapan.
cinta terhadap masa lalu menyiratkan keyakinan pada masa depan.
(Stephen Amborse)
aku pernah mengenal kalian, menyayangi kalian dan mengasihi tanpa syarat sedikitpun.
aku senang dengan sikap kalian
aku bangga dengan kehebatan dan kecerdasan kalian
aku bangga menajadi adik dan kakak kalian
dan aku merasa sangat beruntung memiliki kakak dan adik seperti kalian
aku bangga dengan ketabahan kalian,
aku senang telah mengenal kalian
kalian sangat berharga bagiku tanpa memandang
status, latar belakang dan siapa serta bagaimana kalian
walau dengan waktu yang begitu singkat
walau aku harus menemani kalian di tempat kesakitan
aku tak pernah menyesal berbaur di dunia kalian
aku tahu bahwa ini adalah sebuah konsekuensi mengenal kalian
ini adalah konsekuensi menyayangi kalian
kini kalian meninggalkanku sendiri
namun pelajaran yang telah kalian sumbangkan padaku adalah
masa lalu yang begitu indah dan penuh makna
kalian telah masuk dalam masa laluku
aku sayang dan mencintai kalian dengan segenap hatiku
dan kalian menjadi masa lalu yang begitu berkualitas untuk menyongong masa depanku
aku sangat berat harus menerima kepergian kalian
namun kalian yang memaksa aku harus tersenyum
atas berakhirnya penderitaan kalian selama bertahun-tahun
Kalian milik tuhan dan kalian kembali pada-Nya
terima kasih atas segala kenangan indah kalian bersamaku
selamat jalan sahabatku
selamat jalan sumber inspirasiku
semoga kalian dipersatukan dalam jejeran Insan pilihan