Jumat, 04 Juni 2010

WALAU JASADKU TELAH TERTANAM NANTI

Aku memang tak pernah meletakkan kalimat putus asa dalam kamus kehidupanku
Namun kadang aku lelah dengan situasi yang harus kujalani setiap saat seperti ini
Saat ku bersujud… sempat ku berencana untuk protes pada Tuhan…
Namun dalam kekhusyukan itu aku tak tahu mengapa yang terucap oleh bibirku hanyalah kalimat syukur
Seketika aku memohon ampun… Astagafirullaaa hal adzim..Maafkan hamba ya Rabb…
Telah begitu banyak ni’mat yang Engkau berikan selama hidupku
Betapa buta dan takabburnya aku jika hanya karena kesakitan ini aku mengingkari semuanya…
Aku tak ingin menjadi makhluk-Mu yang ingkar ya Allah…
Aku tak ingin menjadi makhluk-Mu yang hidup namun melalaikan anjuran-Mu
Jika semua orang telah meninggalkanku
Sungguh engkau yang Maha mengetahui setiap kesakitanku atas kepergian mereka
Jika semua orang beranggapan akulah yang lebih tahu yang terbaik bagi diriku sendiri
Sungguh Engkau yang Maha mengetahui setiap kebingunganku dalam tindakanku sendiri
Jika semua orang percaya akan kekuatanku..
Sungguh Engkau yang Maha mengetahui setiap kelemahan dan ketidakmampuanku.
Aku tahu bahwa kasih sayang mereka padaku hari ini dapat menjadi benci mereka di hari esok
Namun ku percaya kasih sayang-Mu tak akan pernah berubah padaku.
Ku mohon tuntun langkahku ya Robb…
Jangan biarkan aku menyalahi takdir yang telah Engkau tetapkan untukku
Izinkan aku benar-benar hidup dan berkarya di waktu yang tersisa ini
Hingga karyaku tetap dapat dinikmati oleh mereka
Walau jasadku telah tertanam nanti…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar